Inulpoker.net Agen Poker Online Dan Bandar Ceme Online Terbaik

5 Jan 2016

Pada 13 Juli 1992 Inulpoker.net Agen Poker Online Dan Bandar Ceme Online Terbaik Terpercaya, Bursa Efek Jakarta diprivatisasi dan mulai menjalankan pasar saham di Indonesia, sebuah awal pertumbuhan baru setelah terhenti sejak didirikan pada awal abad ke-19. Pada tahun 1912, dengan bantuan pemerintah kolonial Belanda, bursa efek pertama Indonesia didirikan di Batavia, pusat pemerintahan kolonial Belanda yang dikenal sebagai Jakarta saat ini.

Bursa Batavia sempat ditutup selama periode perang dunia pertama kemudian dibuka lagi pada tahun 1952. Selain bursa batavia, pemerintahan kolonial juga mengoperasikan bursa paralel di Surabaya dan Semarang. Namun kegiatan bursa saham ini dihentikan lagi ketika terjadi kependudukan oleh tentara Jepang di Batavia. Pada tahun 1952, tujuh tahun setelah Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, bursa saham dibuka lagi di Jakarta dengan memperdagangkan saham dan obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaanBelanda sebelum perang dunia. Kegiatan bursa saham kemudian berhenti lagi ketika pemerintah meluncurkan program nasionalisasi pada tahun 1956.

Inulpoker.net Agen Poker Online Dan Bandar Ceme Online Terbaik Terpercaya

Kegiatan pasar modal Indonesia resmi dimulai pada tahun 1977 sewaktu perusahaan PT. Semen Cibinong menebitkan sahamnya di BEJ dan ditangani oleh Badan Pelaksana Pasar Modal (BAPEPAM), institusi baru dibawah departemen keuangan. Dalam perkembangannya kondisi ekonomi dan moneter tidak bisa dilepaskan, tetapi pengaruh yang nampak nyata ternyata berasal dari berbagai kebijaksanaan pemerintah.  

Pada tahun 1992, bursa saham diprivatisasi menjadi PT. Bursa Efek Jakarta dan menjadi salah satu bursa saham yang dinamis di Asia. Dengan perkembangan pasar modal tersebut, pemerintah merasa perlu untuk membuat regulatory framework agar bisa meningkatkan tumbuhnya pasar Inulpoker.net sebagai Agen judi Poker Dan Bandar Ceme Online serta qiu-qiu Terbaik Terpercaya di indonesia modal yang teratur, terbuka dan efisien sehingga privatisasi bursa saham menjadi PT. Bursa Efek Jakarta ini mengakibatkan beralihnya fungsi Bapepam menjadi Badan Pengawas Pasar Modal (singkatannya tetap BAPEPAM).

Tahun 1995 adalah tahun Bursa Efek Jakarta memasuki babak baru. Pada 22 Mei 1995 Bursa Efek Jakarta meluncurkan Jakarta Automated Trading System (JATS), sebuah sistem perdagangan otomatis yang menggantikan sistem perdagangan manual. Sistem baru ini dapat memfasilitasi perdagangan saham dengan frekuensi yang lebih besar dan lebih menjamin kegiatan pasar yang fair dan transparant dibanding dengan sistem perdagangan manual. Pada Juli 2000, Bursa Efek Jakarta menerapkan perdagangan tanpa warkat (Scripless Trading) dengan tujuan untuk meningkatkan likuiditas pasar dan menghindari peristiwa saham hilang dan pemalsuan saham, dan juga untuk mempercepat proses penyelesaian transaksi.

Tahun 2002, Bursa Efek Jakarta mulai menerapkan perdagangan jarak jauh (Remote Trading), sebagai upaya untuk meningkatkan akses pasar, efisiensi pasar, kecepatan dan frekuensi perdagangan.

Inulpoker.net Agen Poker Online Dan Bandar Ceme Online Terbaik Terpercaya

Seiring dengan berlakunya UU N0. 8 tahun 1995 tentang pasar modal, reksa dana mulai dikenal di Indonesia sejak diterbitkannya reksa dana berbentuk perseroan, yaitu PT BDNI Reksa dana pada tahun 1995. Meskipun ketentuan tentang reksa dana baru membolehkan reksa dana berbentuk PT, akan tetapi BDNI reksa dana memberanikan diri masuk terlebih dahulu dengan mencatatkan 600.000 saham di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES). Reksa Dana ini bersifat tertutup dimana setelah melakukan penawaran umum, transaksi jual-beli reksa dana tersebut dilakukan melalui bursa layaknya perusahaan publik lainnya.

Pada awal 1996 Bapepam mengeluarkan peraturan pelaksanaan tentang reksa dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (KIK). Peraturan-peraturan tersebut membuka peluang lahirnya reksa dana berbentuk KIK. Sejak saat itu sampai dengan pertengahan tahun 1997 industri reksa dana ini berkembang dengan pesat, dari hanya satu izin penebitan reksa dana menjadi 25 pada akhir tahun 1996 dengan total aset Rp 2,78 trilyun dan kemudian berhasil mencapai puncaknya pada bulan Juli 1997 yang mencapai Rp 8,3 Inulpoker.net Agen Poker Online Dan Bandar Ceme Online Terbaik Terpercaya trilyun dengan jumlah reksa dana sebanyak 76. Namun sangat disayangkan krisis makroekonomi berimbas pada perkembangan selanjutnya. Reksa Dana yang terkait erat dengan instrumen pasar uang dan pasar modal juga terkena imbasnya.

Aset reksa dana turun lebih dari 50% sehingga hanya menyisakan 15.482 pemodal di akhir tahun 1998, dan mengalami kelesuan sepanjang tahun 1998. Periode pemulihan dari krisis membawa dampak yang cukup baik bagi industri reksa dana. Membaiknya perekonomian negara telah membangkitkan kembali optimisme pelaku pasar. Data tahun 2000 menunjukkan pertumbuhan aset reksa dana yang konsisten dan mampu menghimpun kembali dana masyarakat sebesar Rp 39,49 trilyun dengan jumlah reksa dana sebanyak 94 dan jumlah pemegang unit penyertaan sebesar 39.487. Nilai Aktiva Bersih yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari lima produk reksa dana saham yaitu Bahana Dana Prima, Danareksa Mawar, BNI Berkembang, Panin Dana Maksima dan Phinisi Dana Saham.

Dilihat dari perkembangan NAB, industri reksa dana saham pada periode 1999 cenderung menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya dimana tingkat pengembaliannya pada tahun 1999 mencapai 85,28%. Seperti yang terlihat pada lampiran 2, pada periode ini, NAB saham Bahana Inulpoker.net Agen Poker Online Dan Bandar Ceme Online Terbaik Terpercaya Dana Prima, BNI Berkembang dan Phinisi Dana Saham mengalami peningkatan yang cukup signifikan, sementara untuk Danareksa Mawar dan Panin Dana Maksima pergerakannya cukup fluktuatif dimana pada akhir Desember 1999 NABnya mencapai Rp 75,8 milyar dan Rp 35,3 milyar.

Sementara itu pada tahun 2000, NAB yang berhasil dihimpun oleh industri reksa dana hingga akhir tahun 2000 mencapai Rp 39,49 triliun. Dari jumlah dana yang berhasil dihimpun tersebut, 10,16% berasal dari reksa dana saham. Reksa Dana pasar uang merupakan jenis reksa dana yang mengalami kekayaan paling besar. Demikian pula halnya dengan reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana campuran juga Marspoker Situs Judi Poker Domino Online Terpercaya mengalami peningkatan, sedangkan pada reksa dana saham mengalami penurunan nilai 29,9% yaitu dari Rp 926,5 milyar di tahun 1999 menjadi Rp 649,4 milyar pada tahun 2000. Bahana Dana Prima, Danareksa Mawar, BNI Berkembang, Panin Dana Maksima dan Phinisi Dana Saham juga mengikuti pola pergerakan yang menurun pada periode tersebut.

Sampai dengan tahun 2001, NAB dari reksa dana saham tersebut menunjukkan kecenderungan yang menurun, hal ini sejalan dengan penurunan NAB reksa dana saham secara keseluruhan kecuali saham Phinisi Dana Saham mengalami peningkatan sebesar 1,9 milyar pada tahun 2000 menjadi 18,8 milyar pada tahun 2001. Kondisi kecenderungan yang menurun tersebut dipengaruhi oleh berbagai peristiwa politik dan gejolak sosial yang terjadi di tanah air sepanjang tahun 2001 serta diakibatkan adanya kenaikan suku bunga SBI Inulpoker.net Agen Poker Online Dan Bandar Ceme Online Terbaik Terpercaya sepanjang tahun. Sejak awal tahun 2001, eskalasi politik ynag semakin meningkat ditambah dengan berbagai reaksi sosial berpengaruh sangat signifikan terhadap kinerja pasar modal Indonesia pada paruh pertama di tahun 2001 yang berpuncak pada peralihan kepemimpinan nasional dari Abdurrahman Wahid kepada Megawati Soekarnoputri menjelang minggu terakhir di bulan Juli 2001. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Jakarta mencapai level tertinggi 470,22 pada bulan tersebut, tertinggi sepanjang tahun 2001.

Kegairahan baru dan optimisme pelaku pasar dalam menyikapi perubahan politik di tanah air tersebut tidak berlangsung lama. Menyusul tragedi 11 September yang menimpa dua bangunan di Amerika Serikat, World Trade Center di New York dan Pentagon di Washington DC, mengakibatkan pasar modal Indonesia kembali terkoreksi dengan menurunnya beberapa indikator bursa seperti nilai kapitalisasi pasar, nilai transaksi harian dan persentase volume transaksi asing di bursa.

Pada tahun 2002, sampai dengan bulan Mei, reksa dana saham mengalami peningkatan. Hal ini seiring dengan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan di BEJ sebesar 40,7%. Setelah bulan Mei 2002, NAB dari reksa dana saham kembali menurun, hal ini terdorong oleh turunnya IHSG ke level terendah pada bulan Oktober 2002 sebagai pengaruh dari faktor eksternal yaitu terungkapnya skandal korporasi besar di Amerika dari PT. Enron dan WorldCom yang berkaitan dengan Kantor Akuntan Publik dalam meng-audit laporan keuangan perusahaan tersebut, sehingga sangat tidak kondusif terhadap perkembangan pasar bursa efek di dunia Inulpoker.net Agen Poker Online Dan Bandar Ceme Online Terbaik Terpercaya.


TAGS judi online poker ceme situs judi domino review situs


-

Author

Follow Me